Tentang Kota Malang

Kali ini aku ingin bercerita tentang kota kelahiran yang juga tempat tinggalku hingga sekarang. Namanya Kota Malang. Mungkin beberapa dari kamu sudah pernah dengar tentang kota ini, tapi mungkin juga ada yang belum.

malang1

Aku bukan ingin menceritakan soal sejarah, potensi wisata, demografi, yang semuanya itu bisa kamu temukan di Google. Tapi aku ingin cerita dari sudut pandang seorang anak yang beranjak dewasa di kota ini.

Walau aku tidak punya memori saat aku dilahirkan dan tidak banyak juga saat aku kecil, tapi aku tahu sebuah fakta: aku lahir di kota Malang pada tahun 1994. Seperti apa suasana kota Malang pada tahun 1994, tentu aku tidak ingat. Tapi ada satu hal yang kutahu tidak pernah berubah tentang kota Malang dari dulu hingga sekarang: nyaman.

Salah satu hal yang paling kusukai dari kota ini, yang sekaligus membuatnya nyaman, adalah udaranya. Udaranya tidak pernah terasa buruk. Aku sudah pernah mengunjungi berbagai tempat dan merasakan bagaimana udara di sana. Kadang sangat panas, dan kamu tidak akan bisa hidup tanpa pendingin ruangan di rumahmu. Kadang sebaliknya, sangat dingin, dan kamu harus masuk ke ruangan supaya bisa menghangatkan diri dengan pemanas ruangan atau memakai mantel dan selimut. Di kota Malang tidak pernah seperti itu. Selama 23 tahun hidup di sini, aku tidak pernah membutuhkan AC.

Pernah terasa sedikit lebih panas atau dingin, tapi semua itu tidak pernah menjadi masalah. Walau Malang saat ini sudah jauh lebih panas daripada dulu, sebagaimana sering diceritakan oleh orang tuaku bagaimana dinginnya Malang zaman dulu, justru udara yang terasa sekarang bagiku pas dan nyaman.

Malang adalah kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur, setelah kota Surabaya. Sebenarnya Malang tidak terlalu besar, namun banyak hal bisa ditemukan di sini. Apalagi sekarang, saat sektor bisnis di sini sudah sangat berkembang. Suka belanja? Tempatnya ada. Suka nongkrong, ngopi? Banyak juga tempatnya. Suka wisata kuliner? Tidak kalah banyak juga.

Malang adalah tempat banyak anak muda merantau dan mencari ilmu. Di kota Malang, ada banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi, tiga di antaranya perguruan tinggi negeri. Aku sendiri sangat beruntung, karena aku yang lahir dan tumbuh di sini, tidak perlu jauh-jauh pergi untuk belajar. Pendidikan dari TK hingga sarjana, semuanya kudapatkan di kota ini.

malang10
Jalan Soekarno-Hatta, salah satu jalan raya terpadat di kota Malang. Saat ini telah menjadi kawasan anak muda di kota Malang, di mana banyak terdapat kafe, restoran dan warung makan dengan harga terjangkau, minimarket, toko pakaian, dsb.

Karena itu, sekarang Malang telah menjadi kota anak muda, saking banyaknya mahasiswa yang datang untuk kuliah di sini dari tahun ke tahun. Hal ini pula yang menyebabkan bisnis, terutama yang dikelola anak muda dengan target pasar anak muda, berkembang sangat pesat di sini.  Makanya, sebagaimana sudah kuceritakan sedikit tadi, sekarang kamu akan lihat ada banyak sekali kafe, warung kopi, toko-toko pakaian, dan toko-toko lainnya yang menjual hal-hal yang berkaitan dengan anak muda. Bahkan, mal-mal dan merek-merek besar yang biasanya hanya kita lihat di pusat-pusat perbelanjaan di  Jakarta dan ibukota provinsi, sudah banyak yang masuk di kota Malang. Dulu, Malang tidak seperti ini, seingatku.

Namun, tidak semua dari hal itu menyenangkan. Karena Malang sekarang makin ramai, kendaraan pribadi juga semakin banyak. Karena itu, kemacetan makin sering dijumpai, tidak seperti dulu. Karena itu pula, udara juga tidak begitu segar lagi seperti dulu. Kata Bapakku, dulu Malang sangat sepi. Kalau kamu ingin tahu seperti apa sepinya Kota Malang dulu, datanglah ke sini saat Hari Raya Idul Fitri, ketika semua warga pendatang (yang menjadi sebagian besar penduduk Kota Malang sekarang) pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Malang juga kota yang penuh dengan peninggalan sejarah. Banyak bangunan-bangunan tua, baik sekolah, rumah, pertokoan, hotel, gereja, hingga restoran, yang mengingatkan kita terhadap bangunan-bangunan kuno bergaya Eropa. Malang dulu pernah menjadi kota yang getol-getolnya dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda, mengingat suasananya yang nyaman dan udaranya yang sejuk, sehingga banyak pejabat-pejabat dan orang-orang penting Belanda yang ingin hidup di sini.

malang5

Kalau ingin berwisata, terutama wisata alam, di kota Malang memang tidak banyak tempatnya. Sektor unggulan kota Malang, terutama sekarang, memang bukan pariwisata, tapi paling banyak di pendidikan, bisnis, dan industri. Di sini hanya ada beberapa museum saja yang bisa dikunjungi untuk berwisata. Namun bukan berarti kamu tidak bisa menemukan tempat-tempat bagus dengan berangkat dari kota Malang. Kamu hanya perlu menyetir sedikit lebih jauh ke Kabupaten Malang atau Kota Batu. Kedua tempat ini dekat dan berbatasan langsung dengan Kota Malang (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu disebut dengan Malang Raya), jadi hanya dengan menyetir 10-20 kilometer lagi, kamu sudah bisa menemukan banyak surga di kedua tempat itu. Taman hiburan, perkebunan buah dan bunga, resort, air terjun, wisata sejarah, tempat berkemah, pegunungan dan perbukitan yang sejuk, hingga pantai-pantai indah di selatan, semuanya bisa kamu temukan di Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Malang adalah tempat di mana kamu menjumpai kedamaian dan keramahan. Warga Malang tak menyukai konflik dan gesekan-gesekan, dengan alasan apapun. Toleransi pun juga sangat tinggi di sini. Kalau kamu berkesempatan mengunjungi alun-alun kota, kamu akan lihat masjid dan gereja besar yang berdiri berdampingan selama bertahun-tahun, di mana umat beragama dengan khidmat menjalankan ibadahnya masing-masing, saling menghargai, saling menjaga.

Saat ini, kotaku ini sedang berusaha bersaing dengan kota-kota besar di Indonesia. Dengan meningkatnya pendapatan asli daerah yang sebagian besar bersumber dari banyaknya pendatang, kini Malang mulai dilirik banyak investor sebagai lahan yang menjanjikan. Kamu yang pernah mengunjungi kota Malang 15 tahun yang lalu, lalu baru kembali lagi sekarang, mungkin akan terkejut melihat perubahan di kota ini. Gedung-gedung apartemen mulai dibangun. Sebagaimana sudah kuceritakan, merek-merek bisnis besar sudah masuk melalui pusat-pusat perbelanjaan. Lalu, taman-taman kota yang dipugar, dibangun, dan dirawat, yang menjadi salah satu tolak ukur majunya pembangunan dan modernisasi kota, sudah banyak terlihat di beberapa sisi. Kemacetan yang kadang-kadang kaujumpai di jalur-jalur vital, mungkin juga akan membuatmu tercengang. Bahkan, pemerintah berniat untuk meningkatkan status bandara Abdurrahman Saleh di Malang menjadi bandara internasional.

Demikianlah, semua yang kuceritakan ini, dengan segala baik dan buruknya, membuat nyamannya Malang tak terkalahkan bagiku. Bahkan tak hanya aku, teman-temanku yang merantau dari luar kota ke sini pun, mengakui bahwa Malang selalu membuat mereka rindu. Aku bersyukur, bisa tumbuh di kota di mana segalanya tersedia dan bisa dinikmati tanpa harus menjadi kota megapolitan yang tinggi tuntutan hidupnya, yang keras perjuangannya, dan keras-keras pula kepribadian warganya.

Malang adalah tempatku tumbuh dan mengenal masyarakat. Malang adalah tempatku belajar. Malang adalah tempatku bertemu dengan sahabat-sahabatku. Malang adalah tempat tinggal keluargaku. Apakah terpikir olehku untuk meninggalkannya? Ya. Tuntutan masa depan dan dorongan untuk menantang diri sendiri di tempat yang jauh dari rumah mengharuskanku untuk pergi dari sini. Lalu, apakah aku akan kembali tinggal di sini suatu saat nanti? Aku tak tahu.

malang11

Tapi satu hal yang kutahu pasti, aku akan selalu rindu untuk kembali.

 


photo credits:

mytrip123.com, rumahdijual.com, indoturs.com, malangvoice.com, drive.thunder.id, liputan6.static6.com, sportourism.id, surabaya.panduwisata.id, hello-pet.com, bp.blogspot.com, exchange.imfsa.com, vebma.com, tripadvisor.com

Author: Aulia Nabila

Wanderer, Questioner, Overthinker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s