Harry Potter, Impian Masa Kecil, dan Kecintaan pada Dunia Fiksi

Jika ada yang bertanya padaku seperti ini, “Jika tak ada yang tak mungkin di dunia ini, kamu mau jadi apa?”

akan kujawab,

“Penyihir!”

Serial Harry Potter adalah salah satu dari sekian hal yang memiliki dampak penting dalam hidupku. Aku mulai membaca Harry Potter sejak kelas 5 SD, dan sejak saat itu, bisa dibilang banyak hal dalam diriku yang berubah. Pertama-tama, sejak membaca Harry Potter, aku jatuh cinta pada dunia sihir. Aku mulai mengkhayal, bagaimana jika aku menjadi siswa Hogwarts. Akan masuk di asrama manakah aku? Tongkat sihir seperti apakah yang aku miliki? Akan menjadi penyihir seperti apakah aku? Apapun jawabannya, semua tampak sangat keren.

Aku membaca ketujuh buku Harry Potter, sampai habis. Buku-buku itu masih ada sampai sekarang, kecuali yang buku keempat yang telah hilang entah ke mana. Aku juga sempat punya kedua buku spin-off -nya, Quidditch dari Masa ke Masa dan Fantastic Beasts, tapi juga entah berada di mana sekarang.

Serial Harry Potter adalah novel pertama yang kubaca, karena sebelumnya, aku hanya membaca buku komik. Sejak itu, tidak hanya pada dunia sihir, aku juga jatuh cinta pada buku novel. Setelah serial Harry Potter berakhir, aku mulai membaca banyak buku novel, baik itu kubeli sendiri atau meminjam teman. Membaca novel adalah hobiku yang paling konsisten sejauh ini (yap, aku pernah punya beberapa “hobi”, yang kebanyakan tidak pernah awet lebih dari lima tahun). Harus selalu ada novel baru, entah itu sekedar mengisi waktu luangku atau menemaniku dalam perjalanan jauh.

Karena itu, Harry Potter, memiliki peranan yang penting dalam hidupku, karena membuatku menjadi suka membaca hingga sekarang. Selain itu, Harry Potter mewarnai masa kecil dan masa remajaku. Sebagai novel fiksi pertama yang kubaca, ialah yang menyadarkanku pertama kali akan indahnya memiliki imajinasi, terutama sebagai anak-anak. Dunia sihir yang diciptakan oleh J.K. Rowling begitu menakjubkan, dan membayangkan (tanpa menonton filmnya terlebih dahulu) keberadaan dunia itu, orang-orang yang ada di dalamnya, dan apa yang terjadi di sana, selalu begitu mengasyikkan.

Kedua, Harry Potter membuatku jatuh cinta pada dunia fiksi. Sampai saat ini akupun tak pernah berhenti mencintai dunia fiksi. Dunia-dunia yang diciptakan para novelis selalu membuatku penasaran dan pada akhirnya terhanyut ketika membacanya. Selalu hampir seperti aku jatuh terguling ke dunia itu. Lain kali, akan kuceritakan novelis favoritku selain J.K. Rowling: Haruki Murakami.

Salah satu impianku adalah semoga aku bisa membagi dunia sihir yang menakjubkan itu dengan anak-anakku nanti saat mereka masih kecil.  Aku ingin memberikan buku-buku Harry Potter-ku kepada mereka. Akan kuperkenalkan kepada mereka tentang Harry Potter dan dunianya, dan bagaimana ia membuatku terpukau saat aku masih seusia mereka dulu. Semoga saja mereka suka.

Begitulah, cerita tentang bagaimana Harry Potter dan dunianya pernah (dan masih) mewarnai hidupku.

Di bawah ini kutambahkan bukti bahwa aku adalah fans setia seri Harry Potter!

Asramaku di Hogwarts: Ravenclaw (hasil kuis di https://www.pottermore.com/ dan beberapa website lain!) 😀

Patronus-ku: Dun Mare, sejenis kuda betina (hasil kuis di Pottermore juga)

Tokoh-tokoh favoritku: Hermione Granger, Luna Lovegood, Severus Snape, Dobby, Arthur+Molly Weasley ❤

Auror paling keren: Mad-Eye Moody

Guru Hogwarts paling keren: Minerva McGonagall

Pelahap Maut (Death Eater) paling keren: Bellatrix Lestrange (entah karena keunikan karakternya, atau karena aktingnya Helena Bonham-Carter yang keren banget di film!)

Binatang dunia sihir favoritku: burung Phoenix

Bagian favoritku dalam cerita Harry Potter: 

Pertama, keluarga Weasley yang selalu menganggap Harry sebagai anggota keluarga mereka, selalu menerimanya dengan hangat bahkan melindunginya, meski mereka tahu bahwa dengan melakukan itu mereka mengundang bahaya, karena Harry dikejar-kejar Voldemort.

Kedua, the moment of truth ketika terungkap bahwa Snape ternyata selama ini melindungi Harry, bukan sebaliknya, seperti yang selalu Harry kira 😦 Dan kalau di film, bisa terlihat di scenes ketika Harry dalam bahaya dan Snape sedang ada di sana juga. Ada hints bahwa Snape sebenarnya sedang melindungi Harry.

Advertisements

Author: Aulia Nabila

a student of life

One thought on “Harry Potter, Impian Masa Kecil, dan Kecintaan pada Dunia Fiksi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s