Tulisan kali ini menceritakan tentang pengalamanku belajar di (dan dari) negeri orang. Tujuanku bukan memberikan tips atau langkah-langkah yang harus dilakukan untuk bisa belajar di luar negeri, tapi ini semua murni untuk membagi pengalaman pribadiku. Jika bisa bermanfaat untuk kalian, tentu aku bersyukur.
Syukur kepada Tuhan, aku mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan master di University of Groningen, Belanda pada pertengahan 2017 hingga pertengahan 2018 lalu. Semua itu dimulai dari keinginanku untuk berkarier di bidang akademik, yang mana minimal membutuhkan gelar S2. Sejujurnya, aku tidak pernah memiliki obsesi tersendiri untuk bisa mengunjungi apalagi hidup di negeri orang. Karenanya, aku sulit membayangkan diriku sendiri, yang dari lahir hingga sebelum berangkat ke Belanda tinggal di rumah yang sama dan tak pernah jauh dari orang tua, harus pergi dan hidup di tempat yang sejauh itu. Namun, aku ingin menantang diriku sendiri: jika ada peluang untuk kuliah di luar negeri, mengapa tidak dicoba? Waktu itu aku berpikir, dengan kuliah di luar negeri, tidak hanya ilmu akademis yang kudapatkan, tapi jauh melebihi itu. Dengan hidup jauh dari zona nyamanku, aku akan bisa belajar tentang hidup dan tentang diriku sendiri, dan ini akan menjadi hal yang sangat berharga dalam hidupku.
Alhasil, perjalanan itupun kumulai tahap demi tahap, tanpa membayangkan terlalu jauh ke depan. Keinginanku hanya sederhana: akan kucoba peluang ini, jika aku tidak berhasil, aku akan mencari pekerjaan lain selain menjadi dosen atau lainnya yang membutuhkan gelar S2.
Continue reading “Belajar di (dan dari) Negeri Orang: Bagian 1”